Share It

Video

Loading...

Pengikut

Total Tayangan Laman

Selasa, 16 Juli 2013

Pengertian dan Klasifikasi Batuan Sedimen

Pengertian Batuan Sedimen

Telah kita ketahui bahwa di bumi ini terdapat tiga jenis batuan, yaitu batuan beku, batuan metamorf dan batuan sedimen. untuk kesempatan kali ini saya memposting mengenai pengertian dan klasifikasi batuan sedimen. mohon kritikannya ya jika ada yang salah atas postingan saya kali ini. kritikan teman-teman sekalian akan sangat berguna bagi saya. 

Batuan sedimen merupakan batuan yang dihasilkan dari pengendapan yang berasal dari hasil sedimentasi mekanis (berasal dari hasil rombakan batuan asal), sedimentasi kimiawi (hasil dari penguapan larutan) dan sedimentasi organik (hasil dari akumulasi organik). 

Batuan sedimen hasil sedimentasi mekanis terbentuk dalam suatu siklus sedimentasi yang meliputi pelapukan, erosi, transportasi (media transportasi berupa air, angin atau es), sedimentasi dan diagenesa. Proses pelapukan merupakan pelapukan fisik maupun kimia yang terjadi pada batuan asal (batuan beku, batuan metamorf maupun batuan sedimen yang terbentuk terlbih dahulu. 

Klasifikasi Bauan Sedimen

Persentase penyebaran batuan sedimen di bumi ini hanya 5% dari penyebaran batuan yang ada di bumi. Namun untuk keberadaannya di permukaan bumi, batuan sedimen tersebar sangat luas hingga menutupi ± 75% dari luas permukaan bumi dengan ketebalan beberapa centimeter sampai beberapa kilometer. 

Berdasarkan proses pembentukannya, batuan sedimen dapat digolongkan menjadi  enam golongan yaitu : Golongan detritus kasar, golongan detritus halus, golongan karbonat, golongan silika, golongan evaporit,  dan golongan batubara.

Golongan batuan sedimen utama serta proses-proses pembentukannya
(Koesoemadinata, 1985)

Berikut penjelasan dari masing-masing golongan tersebut. 

1. Golongan Detritus Kasar

adalah bataun sedimen yang diendapkan dengan proses mekanis. yang termasuk kedalam golongan ini diantaranya: breksi, konglomerat dan batupasir. Lingkungan pengendapannya pada umumnya di sungai (fluvial), kipas aluvial (aluvial van) dan sub marine van.

2. Golongan Detritus Halus

Golongan ini pada umumnya diendapkan dilingkungan laut, dari laut dangkal sampai laut dalam. yang termasuk ke dalam golongan ini antara lain batuserpih (shale), batulanu (siltstone), batulempung (claystone) dan napal.

3. Golongan Karbonat

Batuan golongan karbonat ini pada umumnya terbentuk dari sekumpulan cangkang moluska, algae, foraminifera atau lainnya yang bercangkang kapur. Jenis batuan ini banyak sekali, tergantung material penyusunnya.

4. Golongan Silika

Batu jenis ini tersebar hanya dalam junlah sedikit dan terbatas. Golongan batuan ini merupakan gabungan antara proses organik dan kimiawi. Contoh batuan golongan ini adalah rijang (chert), radiolaria dan diatom (diatomea).

5. Golongan Evaporit

Pada umumnya batuan ini terbentuk di lingkungan danau atau laut yang tertutup dan syarat terjadinya batuan sedimen ini harus berada pada air yang memiliki kandungan larutan kimia yang cukup pekat. yang termasuk ke dalam golongan evaporit ini adalah gipsum, batu garam, anhydrit dan lain-lain.

6. Golongan Batubara

Batuan sedimen ini terbentuk dari unsur-unsur organik, seperti tumbuhan yang telah mati dan kemudian terkubur di dalam tanah oleh suatu lapisan yang tebal diatasnya sehingga tidak terjadi pelapukan. Lingkungan pengendapan batubara biasanya di lingkungan rawa, delta dan danau. 

0 komentar

Poskan Komentar